Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2017

Fungsi, Prinsip, Hakikat dan Ruang Lingkup Komuniksi Organisasi



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.            Ruang Lingkup, Definisi Dan Fungsi Komunikasi Organisasi

1.      Ruang lingkup
Ruang lingkup komunikasi organisasi merupakan ranah komunikasi yang berkaitan dalam komunikasi organisasi. Oleh karena itu ada terdapat beberapa ruang lingkup komunikasi organisasi yang juga merupakan ranah komunikasi secara mendasar.
            Ruang lingkup komunikasi organisasi dapat terbagi menjadi 10, yakni
a.       Komponen Komunikasi
b.      Proses Komunikasi
c.       Bentuk Komunikasi
d.      Sifat Komunikasi
e.       Metode Komunikasi
f.       Teknik Komunikasi
g.       Tujuan Komunikasi
h.      Fungsi Komunikasi
i.        Model Komunikasi
j.        Bidang Komunikasi
2.      Definisi
Organisasi menurut Robbins (2001:4) diartikan sebagai suatu unit (satuan) sosial yang dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama.
Pace & Faules (2001: 11) mengemukakan bahwa terdapat dua pendekatan dalam memahami organisasi, pendekatan objektif dan pendekatan subjektif. Makna “objektif” dalam konteks ini mengacu kepada pandangan bahwa objek-objek, perilaku-perilaku, dan peristiwa-peristiwa eksis di dunia nyata dan terlepas dari pengamatnya, sedangkan “subjektif” menunjukkan bahwa relalitas itu sendiri adalah konstruksi sosial, realitas sebagai suatu proses kreatif yang memungkinkan orang menciptakan apa yang ada “di luar sana”. Singkatnya, dalam pendekatan objektif, organisasi berarti struktur, sedangkan dalam pandangan subjektif, organisasi berarti proses (mengorganisasikan perilaku). Kedua pendekatan tersebut, tidak hanya mempengaruhi cara pandang terhadap komunikasi organisasi, tapi juga dalam memahami aspek-aspek lainnya yang terkait dengan perilaku organisasi.
3.      Fungsi
Fungsi komunikasi dalam organisasi
·         Proaksi dan regulasi.
·         Menentukan tujuan organisasi.
·         Menentukan area permasalahan.
·         Mengevakuasi performa.
·         Memberikan komando, instruksi, memimpin, dan mempengaruhi inovasi.
·         Mendapatkan informasi baru.
·         Cara mengkomunikasikan susuatu yang baru dalam sosialisasi dan perbaikan.
·         Harga diri anggota.

2.2.  Hakikat dan Prinsip Komunikasi Organisasi

1.      Hakikat
Ada dua pendekatan menurut pace dan faules yang dapat digunakan untuk memahami organisasi, yaitu
a.       Pendekatan Obyektif
Sesuatu yang bersifat fisik dan konkret, dan merupakan sebuah struktur dengan batas-batas yang pasti, sesuatu yang stabil. Organisasi merupakan sesuatu yang nyata yang merangkum orang-orang, hubungan-hubungan dan tujuan-tujuan jadi, menurut pendekatan obyektif, oragnisasi adalah stuktur
b.      Pendekatan Subyektif
Kegiatan yang dilakukan orang-orang, terdiri dari tindakan-tindakan, interaksi dan transaksi yang melibatkan orang-orang. Organisasi diciptakan dan dipupuk melalui kontak-kontak yang terus-menerus berubah dan dilakukan oleh satu orang dengan orang lainnya. Jadi, menurut pendekatan subyektif, organisasi adalah proses yakni mengoganisasikan perilaku.
2.      Prinsip
Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy  Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi.
Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik
Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible
Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah

2.3.  Model, Bentuk, Jenis dan Unsur-unsur Komunikasi Organisasi

1.      Model
Teward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan ada tiga model dalam komunikasi:
a.       Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
b.      Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.

c.       Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.
2.      Bentuk
a.       Komunikasi Formal
Komunikasi formal terjadi dalam komteks kerja atau kepentingan organisasi. Dilakukan oleh orang atau kelompok sesuai dengan kapasitas jabatanya  Komunikasinya terjadi melalui jalur hirarki sesuai tugas dan wewenangnya. Komunikasi formal dilakukan dalam bentuk rapat, briefing, tertulis, laporan, internal memo.
b.      Komunikasi Informal
Komunikasi informal dilakukan oleh orang atau sekelompok yang tidak memandang kapasitas jabatanya dan dilakukan bukan dalam konteks kerja atau kepentingan organisasi, Biasanya terjadi karena kesamaan pandangan, harapan, kesamaan tugas, dan tidak terikat oleh ruang tempat dan waktu. Komunkasi informal merupakan manafaat untuk memperlancar jalanya komunikasi formal sehingga dapat dipahami dan mendapat penerimaan yang lebih baik. Komunikasi informal ini dapat mewujudkan hubungan yang baik antar individu di dalam organisasi. Komunikasi informal ini sngatkah efektif karena komunikasi ini adalah jalan keluar jika komunikasi formal mendapatkan hambatan, dengan cara pendekatan personal. Tetapi jika komunikasi informal tidak dikendalikan dengan baik akan menciptakan situasi yang menjurus kepada konflik dan membuat Susana yang tidak nyaman.
3.      Jenis
Menurut Gibson et al. (1997) terdapat tiga jenis komunikasi formal dalam organisasi, yaitu :
a.  Komunikasi horizontal (komunikasi lateral/menyamping) 
2. Komunikasi diagonal (komunikasi silang) 
3. Komunikasi Vertikal
4.      Unsur-unsur
Unsur – unsur  komunikasi
a.       Lingkungan komunikasi
b.      Enkoding-Dekoding
c.       Sumber Penerima
d.      Kompetensi Komunikasi
e.       Feed Back
f.       Gangguan
g.      Saluran
h.      Pesan

2.3.  Komunikasi sebagai ilmu multidisiplin

            Prof. Dr. H. Hafied Cengara, M. Sc. Komunikasi dalam pertumbuhannya merupakan studi retorika dan jurnalistik yang berkaitan dengan pembentukan pendapat umum. Pada awalnya komunikasi dinilai oleh banyak pihak sebagai ilmu yang monodisiplin. Pengertian monodisiplin di sini melihat kedudukan ilmu itu berdiri sendiri dengan cirinya sendiri. Namun dengan perkembangan masyarakat yang begitu cepat dibidang genetika dan teknologi komunikasi telah membawa dampak kaburnya batas-batas kewenangan dan fungsi beberapa ilmu pengetahuan, sehingga ilmu yang tadinya monodisiplin menjadi multidisiplin.
Ilmu komunikasi sebagai salah satu ilmu sosial, mempunyai kaitan yang erat dengan ilmu sosial lainnya. Persamaan bukan saja karena ia berada dalam satu lingkaran sosial tapi juga memiliki objek material yang sama yaitu mempelajari perilaku manusia dalam bermasyarakat. Perbedaan terletak pada objek formalnya yaitu komunikasi mempelajari pernyataan manusia dalam situasi berkomunikasi. Objek formalnya inilah yang merupakan ciri khas dari suatu ilmu yang dapat membedakannya dengan ilmu lain. Misalnya ilmu komunikasi dengan ilmu psikologi, memiliki objek material yang sama yaitu perilaku manusia. Sedangkan objek formalnya beda. Ilmu komunikasi identik dengan pernyataan manusia dalam situasi berkomunikasi sedangkan ilmu psikologi lebih cenderung pada kejiwaan manusia dalam berperilaku.

2.5. Perkembangan Terkni Komunikasi Organisi

1.      Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
2.      Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
3.      Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4.      Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5.      Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
6.      berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
7.      Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

2.6. Keahlian Berkomunikasi Organisasi

          Keahlian keahlian komunikasi hamper sama denfgan komunikasi yang terjalin dalan kelompok, hanya saja organisasi adalah sebuah kelompok yang beranggota lebiih dari 10 orang. Keahlian komunikasi ini untuk memperlancar komunikasi antar organisasi lain.

BAB III

PRNUTUP

3.1.  Kesimpulan.

      komunikasi organisasi merupakan ranah komunikasi yang berkaitan dalam komunikasi organisasi. Oleh karena itu ada terdapat beberapa ruang lingkup komunikasi organisasi yang juga merupakan ranah komunikasi secara mendasar.
            Ruang lingkup komunikasi organisasi dapat terbagi menjadi 10, yakni
a.       Komponen Komunikasi
b.      Proses Komunikasi
c.       Bentuk Komunikasi
d.      Sifat Komunikasi
e.       Metode Komunikasi
f.       Teknik Komunikasi
g.       Tujuan Komunikasi
h.      Fungsi Komunikasi
i.        Model Komunikasi
j.        Bidang Komunikasi
Bentuk komunikasi oragnisasi terbagi 2, yaitu
a.       Komunikasi Formal
Komunikasi formal terjadi dalam komteks kerja atau kepentingan organisasi. Dilakukan oleh orang atau kelompok sesuai dengan kapasitas jabatanya  Komunikasinya terjadi melalui jalur hirarki sesuai tugas dan wewenangnya. Komunikasi formal dilakukan dalam bentuk rapat, briefing, tertulis, laporan, internal memo.

b.      Komunikasi Informal
Komunikasi informal dilakukan oleh orang atau sekelompok yang tidak memandang kapasitas jabatanya dan dilakukan bukan dalam konteks kerja atau kepentingan organisasi, Biasanya terjadi karena kesamaan pandangan, harapan, kesamaan tugas, dan tidak terikat oleh ruang tempat dan waktu. Komunkasi informal merupakan manafaat untuk memperlancar jalanya komunikasi formal sehingga dapat dipahami dan mendapat penerimaan yang lebih baik. Komunikasi informal ini dapat mewujudkan hubungan yang baik antar individu di dalam organisasi. Komunikasi informal ini sngatkah efektif karena komunikasi ini adalah jalan keluar jika komunikasi formal mendapatkan hambatan, dengan cara pendekatan personal. Tetapi jika komunikasi informal tidak dikendalikan dengan baik akan menciptakan situasi yang menjurus kepada konflik dan membuat Susana yang tidak nyaman.

3.2.  Saran

          Saran untuk komunikasi organisasi adalah agar memperlancar hubungan dengan organisasi lain agar kita mengetahui apa-apa saja yang kurang dalam organisasi dan komunikasi.


DAFTAR PUSTAKA
http://tipsserbaserbi.blogspot.co.id/2014/12/ 


Fungsi, Bentuk, Hakikat, Prinsip dan Ruang lingkup Komunikasi Bermedia



BAB I



PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari didasarkan pada bagaimana kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain dengan cara yang wajar. Dalam membangun hubungan tersebut, terbukti komunikasi, keahlian, seni dan kecerdasan berkomunikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan. Semua mempunyai kemapuan membuat perubahan melalui berbagai prinsip-prinsip komunikasi, bentuk dan jenis komunikasi termasuk verbal - non verbal yang baik dan benar.  Perlu diingat bahwa cara kita berkomunikasi merupakan pendorong utama dalam menumbuhkan semangat pada diri sendiri, orang lain dan publik. Tidak ada usaha yang lebih penting dan menarik untuk meraih keberhasilan, kesuksesan, menumbuhkan percaya diri, terciptanya hubungan antar manusia yang harmonis, saling memuaskan, bahkan keberhasilan dalam organisasi, dalam bermasyarakat dari pada mempelajari keahlian, seni berkomunikasi, membangun kecerdasan komunikasi.


BAB II



PEMBAHASAN

2.1. Ruang Lingkup, Definisi Dan Fungsi Komunikasi Bermedia

1.      Ruang Lingkup
            Komunikasi adalah suatu proses yang menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungan disekitarnya. Tanpa komunikasi manusia akan terpisah dari lingkungannya. Tapi tanpa lingkungan komunikasi akan menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain manusia berkomunikasi sebab perlu mengadakan hubungan dengan lingkungan. Ketika Dalam berkomunikasi, manusia tentunya memerlukan media komunikasi.Pengertian media komunikasi adalah semua sarana yang dipakai untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan ataupun menyebarkan dan juga menyampaikan Informasi.

2.      Definisi
Banyak definisi tentang komunikasi massa yang telah dikemukakan oleh para ahli komunikasi. Banyak ragam dan titik tekan yang dikemukakannya. Namun dari sekian banyak definisi satu sama lain pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Dan komunikasi massa adalah sebagiarrrn dari bentuk-bentuk komunikasi yang dikenal dengan ilmu komunikasi, salah satu ciri yang membedakan komunikasi massa dengan komunikasi lainnya yaitu penggunaan media sebagai alat penyampai pesannya dan juga sebagai alat berkomunikasi.

3.      Fungsi
Mengenai fungsi komunikasi itu, dalam buku Aneka Suara, Satu Dunia, di terangkan dengan cukup gambling yang patut disimak oleh para mahasiswa dan peminat komunikasi. Di uraikan disitu bahwa apabila komunikasi dipandang dari arti yang lebih luas, tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar menukar data, fakta dan ide. maka fungsinya dalam sistem sosial adalah sebagai berikut:
Informasi : pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, ata, gambar, fakta dan pesan, opini dan komentar yang dibutuhkan agar orang dapat mengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi internasional, lingkungan, dan orang lain dan agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
Sosialisasi : penyebaran sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif yang menyebabkan ia sadar akan fungsi sosialnya sehingga dia dapat aktif di dalam masyarakat.
Motivasi : menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pdendek maupun jangka panjang, mendorong orang menentukan pilihannya dan keinginannya, mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar.
Perdebatan dan Diskusi : menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk memungkinkan persetujuan dan menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah public, menyediakan bukti-bukti yang relevan yang diperlukan untuk kepentingan umum dan agar masyarakat lebih melibatkan diri dalam masalah yang menyangkut kegiatan bersama di tingkat internasional, nasional, dan local.
Pendidikan : pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, dan pendidikan keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan.
Memajukan kebudayaan : penyebarluasan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lalu, perkembangan kebudayaan dengan memperluas horizon seseorang, membangunkan imajinasi dan mendorong kreatifitas serta kebutuhan estetikanya.
Hiburan : penyebarluasan sinyal, symbol, suara dan citra dari drama, tari, kesenian, music, komedi, olahraga, permainan, dan sebagainya untuk rekreasi dan kesenangan kelompok dan individu.

2.2. Hakikat dan Bentuk Komunikasi Bermedia

1.      Hakekat Komunikasi
Hakikat komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. Manusia hidup dalam dunia komunikasi. Setiap hari dan setiap saat manusia melakukan aktifitas komunikasi antarpribadi, berbicara dengan anggota keluarga, tetangga, dan rekan sejawat. Pada saat berbicara dengan diri sendiri, meyakinkan diri dalam memutuskan sesuatu, manusia melakukan komunikasi intrapribadi. Pada sebuah organisasi, manusia memecahkan masalah atau mengembangkan ide-ide atau inovasi, saling berinteraksi dalam komunikasi kelompok atau organisasi. Jika berinteraksi dengan pihak lain yang mempunyai latar belakang budaya berbeda, maka manusia sudah melakukan komunikasi antarbudaya.
2.      Prinsip
Media komunikasi sangat berperan di dalam kehidupan masyarakat. Proses pengiriman informasi di zaman yang serba modern ini sangat canggih. Teknologi telekomunikasi paling dicari oleh semua orang, untuk menyampaikan atau mengirimkan informasi ataupun berita sebab teknologi telekomunikasi semakin berkembang, semakin cepat, akurat, tepat, mudah, murah, efektif serta efisien. Berbagi informasi antar negara dan benua di belahan dunia manapun semakin sekarang semakin mudah.

2.3. Model, Bentuk, Jenis dan Unsur – unsur Komunikasi Media

1.      Model
Agar pesan yang disampaikan komunikator sampai pada komunikan, dibutuhkan saluran dan media komunikasi . Saluran komunikasi lebih identik dengan proses berjalannya pesan, sedangkan media komunikasi lebih idrntik dengan alat( benda) untuk menyampaikan.
Media komunikasi berupa teknologi dilihat dari jumlah target komunikannya dapat dibedakan atas dua jenis :
a.       Media massa
media massa adalah media yang berkaitan dengan penyampaian pesan . Pesan tersebut berhubungan dengan banyak orangyang membutuhkan pesan dan informasi yang berhubungan dengan apa yang terjadi pada sedikit orang diantara orang banyak itu . misalnya , informasi berupa gunung meletus yang terjadi di sebuah kabupaten dapat diterima kepada seluruh warga masyarakat di sebuah negara atau bahkan dinegara lainnya, tergantung daya jangkau media massa tersebut.
Media massa dilihat dari waktu terbitnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Media massa periodik
Media massa periodik adalah media massa yang terbit secara teratur pada waktu- waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Media massa periodik dibedakan atas ;
a)      Elektroonik ( radio dan TV)
b)      Nonelektronik atau cetak ( surat kabar,dan majalah )
2.      Media massa non periodik
Media massa nonperiodik dimaksudkan pada media yang bersifat eventual , tergantung pada event  tertentu . Setelah event usai, selesai pulalah penggunaannya. Untunk itu media massa nonperiodik dapat dibedakan atas manusia( juru kampanye atau sales ptomotion gril ) dan benda ( poster, spanduk, dan leaflet).
Dilihat dari sifatnya, non-media massa dapat dibedakan menjadi dua :
1)      Media manusia : manusia sebagai penyampai pesan karena pesan tidak bisa dilakukan secara tatap muka sehingga dikirimkanlah manusia sebagai media penyampai pesan, misalnya kurir pembawa pesan; dan
2)      Media benda: yang dapat dibedakan atas elektronik ( telepon, faksmile) dan yang nonelektronik ( surat) . Dan untuk saat ini ada media yang dikenal dengan sebutan media multimedia yaitu komputer dan internet . Dikatakan multimedia karena hampir seluruh bentuk media komunikasi yang telah dikenal manusia menyatu dalam perangkat elektronik digitalnya .

2.      Bentuk
Media komunikasi terbagi  berdasarkan bentuknya, yaitu
a.       Media cetak : merupakan berbagai macam barang yang dicetak dan bisa dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan suatu pesan informasi, seperti: surat kabar/koran, brosur, buletin, dan lain sebagainya.
b.      Media audio : merupakan suatu bentuk media komunikasi yang penerimaan informasinya hanya dapat tersampaikan melalui indra pendengaran, contohnya: radio
c.       Media visual : merupakan suatu bentuk media komunikasi yang penerimaan pesan informasinya hanya dapat tersampaikan melalui indra penglihatan, contohnya: foto
d.      Media audio visual : merupakan suatu bentuk media komunikasi yang dapat dilihat sekaligus didengar, jadi untuk mengakses pesan informasi yang disampaikan memakai indra penglihatan dan juga indra pendengaran, contohnya: televisi, video

3.      Jenis
Di dalam media komunikasi yang di miliki setiap orang, mereka berharap dapat memiliki atau mengetahui tentang apa saja informasi yang ada di sekitarnya saat itu juga.
Dalam media komunikasi yang baik dapat membuat informasi yang di kandungnya menjadi bermakna dan bertujuan baik serta dapt dengan mudah di terima oleh orang lain. Meida komunikasi sendiri di bagi menjadi beberapa jenis yang di kelompokkan menjadi beberap kelompok.
Pembagian kelompok atau jenis media komunikasi berdasar kepada beberap aspek yang menyangkut media komunikasi tersebut. Untuk dapat mengerti lebih lagi tentang apa itu jenis media komunikasi akan di jelaskan sebagai berikut.
A.    Jenis-Jenis Media Komunikasi
Media komunikasi memiliki beberapa jenis yang di bagi berdasarkan beberapa kriteria seperti berdasarkan fungsi, bentuk, dan jangkauannya. Berikut adalah pembagian kelompoknya akan di jelaskan sbeagai berikut
a.       Berdasarkan Fungsinya
Jenis media komunikasi yang di kelompokkan atau di dasarkan kepada fungsinya diantaranya adalah sebagai berikut
b.      Fungsi Produksi
Jenis media komunikasi ini dapat menghasilkan segala macam bentuk informasi seperti aplikasi pengolah kata pada komputer atau word processor.
c.       Fungsi Penyimpanan Informasi
Jenis media komunikasi ini dapat di gunakan untuk menyebarkan dan dapat menyampaikan pesan kepada para komunikasn yang menjadi target seperti telephone, tax, handphone, dan yang lainnya.
d.      Fungsi Reproduksi
Jenis media komunikasi ini dapat di gunakan untuk membuat dan juga menggandakan informasi seperti video tape dan audio tape recorder.

Jenis komunikasi bermedia berdasarkan bentuknya
Jenis media komunikasi ini di kelompokkan berdasarkan kepada bentuknya diantanaya
1.      Media Cetak
Merupakan jenis media komunikasi yang berbentuk barang cetak yang di gunakan menjadi sarana informasi atau penyampaian pesan seperti brosur, surat kabar, dan yang lainnya.
2.      Media Audio
Merupakan jenis media komunikasi yang berbentuk audio sebagai sarana komunikasi yang menggunakan indra pendengaranuntuk menerimanya seperti radio, dan lain-lain.
3.      Media Visual
Merupakan jenis media komunikasi yang berbentuk vusial dengan penyampaian informasi menggunkan indra pengelihatan seperti televisi, gambar, dan lainnya.
4.      Media Audio Visual
Merupakan jenis media komunikasi yang dapat di lihat dan dapat di de;ngar juga dalam penyampaian pesan informasinya menggunakan indra pengelihatan dan juga pendengaranseperti video, televisi, dan yang lainnya.

2.4. Komunikasi Sebagai Ilmu Multidisiplin

            Prof. Dr. H. hafied Canggara,M.Sc. bahwa  Sebagai ilmu yang dapat diterapkan dalam hidup bermasyarakat, komunikasi telah lama menarik perhatian para ilmuan dari luar bidang komunikasi sendiri. Mereka adalah umumnya adalah pakar yang mempunyai nama dibidangnya, hasil mereka yang lakukan, selain mendukung bidang kepakarannya, juga telah memberi sumbangan yang tidak kecil terhadap kelahiran ilmu komunikasi sebagai kajian ilmiah. Komunikasi Sebagai ilmu yang multidisiplin sejak dulu telah dikembangkan oleh banyak para ilmuwan yang berasal dari luar bidang komunikasiHal ini membuktikan begitu luasnya cakupan ilmu komunikasi, hingga segala aspek kehidupan nyaris tidak bisa lepas dari komunikasi. Awalnya, Dalam penerapannya masing-masing disiplin ilmu itu menggunakan komunikasi untuk tujuan yang disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Misalnya, para psikolog meneliti komunikasi sebagai  jenis perilaku tertentu yang didorong oleh proses-proses psikologi yang berbeda. Begitu juga para sosiolog memfokuskan pada masyarakat dan proses sosial, serta melihat pula komunikasi sebagai salah satu faktor sosial yang penting dalam masyarakat. Kemudian para antropolog yang biasanya tertarik pada kebudayaan memperlakukan komunikasi sebagai sebuah faktor yang membantu mengembangkan, mempertahankan, dan mengubah kebudayaan.

2.5. Perkembangan  Terkini Komunikasi Bermedia

            Komunikasi media pada saat ini sangat pesat perkembangannya, semuanya manusia sekarang pernah menggunakan komunikasi media, seperti berkomunikasi di facebook, line, instagram, bbm dll. Tapi sebagian mereka salah mengartikan komunikasi bermedia ini, mereka menggunakan komunikasi ini untuk hal yang jahat dan berdampak buruk kepada pengguna lainnya. Criminal juga terjadi lewat komunikasi media ini.

2.6. Keahlian Berkomunikasi Bermedia

            Keahlian komunikasi bermedia ini ialah bisa berkomunikasi dengan orang yang sangat jauh dengan kita, orang yang tidak kita kenal dan orang bisa mendapat jodoh dalam komunikasi ini. Dan keahlian ini salah dipergunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.



BAB III



PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Komunikasi Massa berusaha menelaah hubungan timbal balik antara media massa dan masyarakat. Sosiologi komunikasi massa sangat tertarik untuk melakukan analisis sosiologis mengenai fenomena sisi histori, fungsi, eksistensi, dan dampak media massa sebagai lembaga sosial yang bersifat dinamis. Dalam konteks Indonesia misalnya, kita bisa memperkarakan banyaknya tayangan film dan sinetron bertema seks, kekerasan, dan dunia mistik, yang diyakini tidak mencerahkan, tetapi justru menyesatkan masyarakat.

3.2.  Saran

            Diharapkan kepada semua yang mempunyai anak, jaga dan didik ia karena sekarang criminal dan hal yang tak lazim di lihat oleh anak di bawah umur itu sudah masuk ke semua media, jika kita ingin melihat anak kita ketika besmenjadi orang yang sukses, maka jaga ia, didik ia dengan sepenuh hati.


DAFTAR PUSTAKA

Internet